Jumat, 18 Juni 2010

Hentakan J-Rocks di Semarang

17 Juni 2010

J-Rockstar dari Semarang, Demak, Purwodadi, Blora, Pati, Rembang maupun daerah lain, hanyut dalam suasana konser J-Rock di tempat hiburan Liquid di kompleks Thamrin Square Semarang, Rabu (16/6) . Konser band beraliran Japanesse pop/rock itu disaksikan ratusan penonton yang rata-rata dari kalangan muda, baik remaja sekolah menengah maupun kalangan mahasiswa. Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bas), dan Anton (drum) tampil kurang lebih satu jam, dengan diiringi penataan lampu panggung yang berwarna tegas seakan mamapu menghidupkan suasana.

Band yang sedang digandrungi kawula muda itu tampil dengan dandanan khasnya, ala Japanesse. Mereka disambut teriakan histeris para penonton. Band yang lahir pada 2003 lalu itu membuka penampilannya dengan lagu Ceria dan Hanya Aku.

Teriakan para penonton kembali bergemuruh saat Iman dan kawan-kawan membawakan lagu Tersesal yang ditirukan oleh para J-Rockstar. Seakan soul lagu itu benar-benar terasa.

Grup band yang menamai album perdananya bertajuk Topeng Sahabat ini terus menyeret emosi kawula muda hingga. Terlihat beberapa kali para ABG yagn berdesak di depan panggung mengusap peluh yang sesekali tersorot lampu panggung yang sinarnya beraneka warna, di setiap sudut tempat hiburan tersebut.

Iman pun tak lupa menyapa para penonton Semarang dengan menggunakan bahasa Semarangan meski terdengar carut-marut, lantaran mereka tinggal di Jakarta yang tidak pandai berbahasa Jawa. Penonton memaklumi dengan membalas dengan suara tawa, karena geli dengan bahasa yang digunakan Iman.

Lagu Juwita Hati kembali mengiringi penampilan band yang pernah rekaman di Studio Abbey Road London Inggris. Semangat mereka tampak lebih total menghibur para J-Rockstar.

Lagu Cobalah Kau Mengerti dan Kau Curi Lagi pun sukses membuat penonton berjingkrak mengikuti irama yang dimainkan para personel J-Rocks, karena lagu-lagu itu terdengar akrab di telinga penonton.

Lagu slow
Namun J-Rocks tidak melulu memainkan irama berdistorsi keras, karena pada lagu Redemption Song More Than Words, mereka memainkannya dengan irama slow, dan didominasi oleh iringan perkusi drum yang ditabuh Anton.

Penonton pun kembali memanas saat lagu Berharap Kau Kembali, Madu dan Racun, Falling In Love, Lepaskan Diriku, dan Meraih Mimpi digeber dengan iringan musik keras, sarat kemampuan permainan musik masing-masing personelnya.

Atas kepiawaiannya mengaduk-aduk histeria kawula muda itu, sehingga tidak heran jika J-Rocks pernah terpilih sebagai The Best Band who can Free Their Voice A Mild Live Soundrenaline 2008 Free Your Voice, beberapa tahun lalu.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda